Iklan

Hutan Rimbun Sultra Terus Tergerus : Pokus Pada Ancaman Pertambangan Nikel Dan Perkebunan.

Kamis, 08 Januari 2026, Januari 08, 2026 WIB Last Updated 2026-01-09T00:00:58Z



SULTRA.NUSPOS.com- Editorial ini menempatkan kerusakan hutan di Sulawesi tenggara sebagai persoalan struktural bukan insiden ekologis semata.Ada korelasi kuat antara penebangan liar,ekspansih perkebunan skala luas,dan pertambangan dengan krisis lingkungan,sosial,dan tata kelola yang kian nyata.


a. Ekologi yang Retak oleh Ekonomi Ekstratif: 

Argumen editorial tentang hutan sebagai paru-paru ,pengatur iklim mikro dan tameng bencana berkelindan langsung dengan praktik pembukaan lahan masif.ketika tutupan hutan terfragmentasi,pungsi hidrologi runtuh:banjir bandang,longsor,dan kekeringan muncul sebagai"biaya tersembunyi"dari pertumbuhan ekonomi berbasis ekstraksi.Disini,koperasinya tegas semakin intensif eksploitasi,semakin rapuuh daya dukung lingkungan.



b.Keanekaragaman Hayati sebagai korban Sunyi: Poin tentang hilangnya spesies endemik menegaskan dampak jangka panjang yang irreversibel.Deporestasi bukan sekedar mengurangi luas hutan,tetapi memutus rantai ekologi.Kerusakan yang terjadi hari ini beresonansi lintas generasi,mengunci wilayah pada kemiskinan ekologis yang sulit dipulihkan.



c.Dimensi sosial: Ketika hutan menyusut ,komplik Membesar: Editorial mengaitkan hutan dengan kehidupan masyarakat adat dan desa sekitar.ini selaras dengan realitas di lapangan: penyempitan ruang hidup memicu komplik lahan,melemahkan ekonomi lokal,danmemperdalam kemiskinan  struktural.korporasi besar menuai rente,sementara komunitas lokal menanggung resiko ketimpangan yang memperjelas bahwa masaalanta bukan hanya lingkungan ,tetapi keadilan sosial.




d.Paradox pembangunan dan kegagalan tata kelola: Redaksi tepat menyebut paradoks pembangunan: izin tambang dan perkebunan kerap melaju lebih cepat  daripada perlindungan lingkungan.Ketika transparansi perizinan lemah dan penegakan hukum inkonsisten,keuntungan jangka pendek mengalahkan keselamatan jangka panjang.Di titik ini,kerusakan hutan menjadi indikator kegagalan kebijakan publik.prasyaratnya ,Menjaga hutan hari ini berarti menjaga stabilitas ekonomi ,keselamatan sosial,dan hak generasi mendatang.Jika lalai,krisis adalah warisan ; jika tegas,keberlanjutan adalah masa depan.🌱🌴🌳



Sumber : Risal rr997 Media Nus-Pos.com

Komentar

Tampilkan

Terkini