BOMBANA.NUSPOS.com - Federasi Rakyat Indonesia (FRI) Komite Kabupaten Bombana menyoroti kondisi belasan gedung bekas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bombana yang berada di kawasan Poea, Kecamatan Rumbia Tengah. Dari total 15 bangunan yang ada, sebanyak 13 gedung kini terbengkalai dan tidak dimanfaatkan secara optimal. Selasa 11 Nopember 2025
Kader FRI Bombana, Aril, menyayangkan kurangnya perhatian pemerintah daerah terhadap aset tersebut. Ia mengungkapkan, bangunan-bangunan tersebut sebelumnya sempat digunakan oleh Politeknik Bombana untuk kegiatan akademik, namun pemanfaatannya terhenti karena adanya penolakan dari pihak Pemerintah Daerah (Pemda) Bombana.
“Alasannya karena dua dinas mau berkantor di situ. Tapi kenyataannya, dari 15 gedung, hanya dua yang dipakai. Sisanya terbengkalai begitu saja. Padahal, politeknik bisa tetap menggunakan gedung lainnya tanpa mengganggu aktivitas dinas,” ujar Aril dalam keterangannya.
Ia menilai keputusan Pemda Bombana tersebut justru merugikan masyarakat dan dunia pendidikan di daerah. Menurutnya, gedung-gedung tersebut dapat dimanfaatkan secara bersamaan tanpa harus mengorbankan kepentingan pendidikan.
“Seharusnya Pemda bisa lebih bijak. Jika memang dua dinas butuh tempat, kan bisa saja berbagi. Tidak harus mengorbankan pendidikan,” tegasnya.
Lebih lanjut, FRI Bombana mendesak Pemda Bombana untuk segera mengambil langkah strategis dalam pemanfaatan aset daerah, terutama yang memiliki potensi mendukung sektor pendidikan dan pelayanan publik.
“Aset publik semestinya dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. Jangan dibiarkan terbengkalai karena itu mencerminkan lemahnya tata kelola aset daerah,” tutup Aril.
Laporan : Mukhlas

