KONAWE NUSPOS.com-- Tingkat kerusakan jalan yang menghubungkan kedua desa,antara desa Ulupohara dan desa Lawonua, kecamatan Besulutu, kabupaten Konawe, provinsi Sulawesi Tenggara,sangat dikeluhkan oleh warga pengguna jalan tersebut.
Keluhan itu bukan saja datang dari warga desa Lawonua dan warga desa Ranomolua sendiri yang merasakan sulitnya medan ketika melalui jalan rusak tersebut, disebabkan karena berlumpur dan becek sehingga para warga sangat sulit untuk keluar memasarkan dagangannya.
Begitupun warga lainnya sangat mengeluhkan rusaknya jalan menuju desa Lawonua dan desa Ranomolua.Misalnya para ASN yang bekerja sebagai tenaga pendidik merasa sangat kesulitan memilih akses tumpuan ban kendaraannya agar tidak jatuh terpeleset, sehingga keadaan menjadi berbalik justru kendaraan motor yang naik kebadan pengendara.Kondisi jalan memang sangat memprihatinkan.Namun tugas dan pekerjaan tetap dijalankan sebagai seorang abdi negara.Sementara untuk berjalan kaki sangat melelahkan untuk menempuh jarak +_ 7 KM dengan kondisi jalan yang becek dimusim hujan dan berdebu apabila dimusim kemarau
Salah seorang pengguna jalan yang merupakan seorang ASN/guru,Enno pelesa kepada awak media menuturkan bahwa,akibat kerusakan jalan yang parah apalagi dimusim hujan ini benar-benar ia merasa
kesulitan untuk melalui jalan tersebut.Akan tetapi mengingat tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang pendidik demi mencerdaskan anak bangsa maka hanya itulah salah satu semangat yang tersisa dibenaknya guna mencapai Sekolah tempatnya mengajar. "Bayangkan pak,kalau kita pakaian rapi dari luar dan melalui jalan itu,pakaian kita dipenuhi debu ataupun lumpur." Terangnya.
Ia sangat berharap agar ada perhatian dari pemerintah guna melakukan perbaikan pengaspalan jalan dimaksud agar warga juga dapat beraktivitas dengan baik dan lancar
Awak media yang turun langsung kelapangan (Rabu,20/Mei/2026), memang sangat kesulitan untuk mencapai titik tujuan, diakibatkan rusaknya jalan menuju kedua desa tersebut.Dimana diketahui bersama hingga kini desa Lawonua sudah melalui pemekaran menjadi dua desa,yakni satunya lagi desa Ranomolua namun perhatian dari pemerintah kabupaten Konawe untuk melakukan pembangunan aspal jalan menuju kedua desa tersebut masih sangat minim
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya berujar bahwa kunjungan intens dilakukan dikedua desa tersebut,hanya terjadi pada saat kampanye politik saja."Mereka muncul baik itu pejabat,calon pejabat, anggota dewan atau calon anggota dewan hanya pada saat berkampanye,setelah terpilih menduduki jabatan sudah lupa janji-janjinya."Ujar salah seorang warga
Harapan semua warga dari kedua desa tersebut yakni desa Lawonua dan desa Ranomolua termasuk para pengguna jalan ini, kiranya pihak pemerintah kabupaten Konawe bisa memberikan perhatian dengan melakukan pengaspalan jalan ini, yang merupakan urat nadi kelancaran perekonomian warga desa Lawonua dan desa Ranomolua.Sudah sangat lama warga desa Lawonua merindukan adanya jalan aspal menuju desanya, yang belum pernah mereka rasakan selama puluhan tahun."Jangan hanya datang menebar janji manis saat kampanye saja,setelah terpilih dan duduk manis di kursi empuk dengan gaji yang menumpuk, semua janji sudah dilupakan."Kata warga hampir serempak.
Laporan: Jusrin.DM


