KOLTIM NUSPOS.com- Menyambut datangnya Hari Raya Nyepi, umat Hindu di Kelurahan Atula, Kecamatan Ladongi Kabupaten Kolaka Timur ( Koltim ) menggelar pawai Ogoh-ogoh di Pura Amerta Yoga Atula, pada Rabu 18 Maret 2026 menjadi salah satu lokasi yang menggelar pawai Ogoh-ogoh.
Kapolres Kolaka Timur ( Koltim ) AKBP. Tinton Yudha Riambodo, S.H., S.I.K., M.H yang didampingi Ketua Bhayangkari Koltim, Camat Ladongi, Tokoh - tokoh Umat Hindu. Pemantau langsung kegiatan tersebut dengan pengamanan Polres Koltim
Acara ini berlangsung meriah melibatkan arak-arakan patung raksasa sebagai simbol pembersihan unsur negatif, serta menampilkan budaya Bali. Sebagai informasi, ogoh-ogoh merupakan karya seni patung dalam kebudayaan Bali yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala.
Bhuta Kala merepresentasikan kekuatan alam semesta dan waktu yang tak terhingga, yang divisualisasikan dalam bentuk raksasa atau makhluk menyeramkan sebagai simbol energi negatif atau kejahatan. Ogoh-ogoh menjadi ikon ritual utama dalam menyambut Hari Raya Nyepi, khususnya pada hari Pangrupukan ( Sehari Jelang Nyepi, Umat Hindu di Ladongi Gelar Pawai Ogoh-ogoh )
Umat Hindu membawa Ogoh-ogoh, patung yang melambangkan roh jahat, pertanda Menyambut datangnya Hari Raya Nyepi, dengan menggelar pawai Ogoh-ogoh.
Sebagai informasi, ogoh-ogoh merupakan karya seni patung dalam kebudayaan Bali yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala. Tampak dalam foto, para penganut Hindu membawa Ogoh-ogoh, patung yang melambangkan roh jahat, selama pawai menjelang Nyepi.
Laporan: Wayan Wika


